Articles

Articles (25)

Jika mendaki Carstensz di Papua lewat jalur Sugapa, ada banyak trek pendakian yang menegangkan. Salah satunya, Jembatan Rotan Mantimu yang membentang 30 meter dan di bawahnya sungai berarus kencang! Jembatan Mantimu berada di Desa Ugimba. Jembatan ini ada di bagian paling ujung desanya yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk masuk ke hutan dan berburu. Hutan belantara yang tidak dihuni manusia!

Jembatan Mantimu dibuat oleh masyarakat Ugimba. Bahannya rotan dan membentang sepanjang 30 meter, serta tinggi dari atas permukaan air mencapai 4 meter. Di bawah jembatannya, adalah Sungai kemabu yang mengalir deras dan dalam. Aliran airnya sendiri berasla dari pegunungan di sekitar Puncak Carstensz dan super dingin.

Untuk melewati jembatan Mantimu, para pendaki harus berjalan satu per satu. Tidak bisa sekaligus, sebab dikhawatirkan rotannya tidak kuat menampung beban. Kaki pun harus hati-hati melangkah. Berpeganganlah kepada rotan di kiri dan di kanan agar badan makin seimbang. Lihat terus ke depan.

Jika para pendaki harus berjalan pelan-pelan, maka tidak bagi porter yang merupakan masyarakat Ugimba. Mereka bisa berjalan cepat, meski membawa beban banyak karena bagi mereka ini adalah jalanan biasa yang tiap hari mereka lalui,jadi tidak ada rasa takut sedikitpun dalam diri mereka untuk berlari di Jembatan ini.

Pemandangan seperti ini terlihat sekilas seperti kita sedang berada di pesawat yang melintas di langit Eropa, pemadangan disekeliling kita adalah gunung-gunung bersalju,tapi yang sebenarnya ini adalah pemandangan ketika kita menumpang pesawat ke Sugapa. Pesawatnya sendiri, ukurannya tidaklah besar. Hanya mampu menampung belasan orang saja. Layaknya pesawat-pesawat perintis lainnya, dari tempat duduk kami terdengar suara baling-baling pesawat yang berputar kencang di luar.

Tiap daerah di Indonesia memiliki cerita mengenai kepercayaan asal muasal leluhur atau bagaimana manusia diciptakan. Di beberapa suku di Papua, konon leluhur mereka bukanlah manusia. Maximus Tipagau, selaku orang asli Suku Moni banyak menjelaskan soal budaya Papua. Salah satunya mengenai Suku Moni yang punya kepercayaan kalau lelehur mereka adalah dingiso. "Dingiso ini adalah leluhur kami. Maka dari itu, kami masyarakat Moni tidak boleh memburu apalagi memakannya," ujarnya.

Ada banyak keunikan yang mungkin orang belum tahu ada dalam pendakian ke puncak Carstensz, contohnya ada 6 jenis bebek yang hanya hidup di ketinggian 4300mdpl. Warna bebeknya hitam dan bermoncong kuning dengan rupa yang terlihat cantik. Bebek itu sejenis belibis yang bermigrasi, namun belum jelas asalnya. Diperkirakan, mungkin dari Australia.

Bebek-bebek hanya tinggal disana dan tidak pernah kemana-mana jumlahnya bahkan ratusan,sampai ada julukan bagi mereka yaitu bebek pembawa salju karena biasanya akhir bulan dari Oktober sampai Februari, danau di sana akan dipenuhi banyak bebek yang ternyata menjadi pertanda alam. Kalau sudah ada banyak bebek di sana, artinya akan hujan salju.Unik!

Selain bebek,fauna yang menarik lainnya adalah binatang yang mirip dengan koala tapi memiliki ekor yang panjang dan bisa kita temui dalam perjalanan kita mendaki ke puncak Carstensz. Hewan endemic Indonesia ini hanya ada di sekitar Puncak Carstensz.  

Yups hal itu benar ada di Papua.. 

Tengkorak-tengkorak itu adalah Suku Moni yang berasal dari lereng Pegunungan Jayawijaya sekitar 50 tahun lalu. Mereka meninggal ketika dalam perjalanan berburu hewan sampai ke atas Puncak Carstensz. Mereka berburu burung, kuskus sampai landak. Ketika dalam perburuannya, tak sedikit pria dari Suku Moni yang meninggal akibat kekurangan makanan dan kedinginan karena cuaca yang ekstrem. Apalagi, mereka tidak memakai baju atau penghangat badan!

"Memang, mereka tidak memakai baju dan itu sudah biasa. Mereka yang punya alam!". Mereka yang meninggal tidak dapat dibopong untuk perjalanan turun dari Puncak Carstensz. Oleh sebab itu, mereka yang meninggal akhirnya ditaruh di dalam gua seolah menjadi kuburannya. Ada kerangka manusia yang utuh dan ada pula yang tinggal tengkorak dan tulang belulang. Gua-guanya bisa ditemui dalam perjalanan mendaki Puncak Carstensz.

Suku Moni yang berburu hewan sampai ke Puncak Carstensz masih ada hingga sekarang. Gua yang dipenuhi oleh tengkorak pun bisa Anda temui dalam perjalanan pendakian ke Puncak Carstensz. Kalau Anda mendaki Puncak Carstensz, coba datangi gua-gua yang berisi tengkorak di sana. (sumber Maximus Tipagau - DetikTravel)

Apa rasanya saat Anda berada di ketinggian 4.330 mdpl dan ketika malam harinya bulan purnama terlihat jelas? Rasanya, seperti dapat menyentuh bulan saja. Bentuknya yang bulat dan warna putih di permukannya juga terlihat sangat jelas. Di beberapa titik, warna putihnya tertutup dengan warna abu-abu. Cahaya bulannya pun bersinar terang. Anda pun dapat memotretnya cuma bermodalkan kamera biasa saja. Rasanya seperti kita sangat dekat dengan bulan dan bisa langsung kita sentuh. Indah!

Yaa pemandangan seperti inilah yang akan anda dapatkan ketika anda berada di Basecamp Danau-danau, di bawah Puncak Carstensz. Pemandangan yang mahal dan hanya bisa anda temui ketika anda berada di Papua.

Page 4 of 5
JAKARTA:
Rukan Inkopal Blok G No. 58
Jl. Raya Boulevard Barat, 
Kelapa Gading, Jakarta Utara
CP: +62-821-2121-0021

PAPUA:
Jalan Enggang No. 4
Kuala Kencana - Timika  -  Mimika   
CP: +62-812-4061-6288 (Jenny)

EUROPE:
Schoenbrunner Schloss Strasse
11220, Vienna, Austria   
CP: +43-680-2323-597 (Reza)

English French German Italian Portuguese Russian Spanish